Senin, 06 November 2017

I totally love this song, I think it's about being in a relationship, but
your partner doesn't want to call you a girlfriend or doesn't want to make it
official. or you love him but you only can watch him from afar. If you've been waiting for love, for a long time, this must be
very hard.
 
 
Chord easy Distance Christina Perri ft Jason Mraz 
 
Capo 2

Intro: C (fingerpicked)

Verse (Fingerpicked)
C
Sun is filling up the room
C
And I can hear you dreaming
C                     Em                          
Do you feel the way I do?
G
Right now?

C
I wish we would just give up
C
'Cause the best part is falling
C
Call it anything but love
Em    G
And I will 

Chorus (strummed)
Am
make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Can we keep this up, up, up?

Verse (fingerpicked)
C
Please don't stand so close to me
C
I'm having trouble breathing
C                          Em
I'm afraid of what you'll see
G
Right now

C
I'll give you everything I am
C
All my broken heartbeats
C
Until I know you'll understand
Em    G    
And I will 

Chorus (fingerpicked)
Am
make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Can we keep this up, up, up?

Bridge (strummed)
Am
And I keep waiting
E
For you to take me
Am
You keep waiting
E
To save what we have


So I'll 

Am
make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Can we keep this up, up, up?

Am
Make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Till we call this love, love, love?

Outro (Fingerpicked) C 
Boleh aku menulis tentang mu, kali ini?
Ah, Entah berapa persen pula kemungkinan akan kamu baca tulisan ini
Tidak ada alasan buat mu, akan tiba-tiba tersesat sampai ke sini, kan?
Syukurlah, kalau begitu, biarkan kata-kata ini mengalir bebas melalui tarian jemari ku yang mulai jemu akan kata-kata kaku didalam tugas laporan tadi.
Tidak ada alasan pasti juga kenapa aku mau menulis ini, hanya saja mungkin, mungkin hati yang mulai mendingin dan sepi malam ini memaksaku menumpahkan aliran perasaan yang tak tahu lagi harus bercangkir kemana.

Aku kembali membaca rentetan kalimat yang kamu kirim padaku terakhir kali. Sebelum kamu tidak lagi aktif pada media sosial manapun, apalagi membaca kalimat balasanku. Entahlah, mungkin aku malah di-block. aku tak tahu. well, itu hakmu, thats all i can say.

Yang jelas, aku berhasil membuatmu berpikir bahwa aku sekuat itu. setegar itu. I made it. Aku membuatmu percaya bahwa aku tetap bahagia saja sekarang dan kamu bahkan tidak ada lagi dalam peduli ku, kan?

Tapi...

Pernahkah terlintas sedikit saja betapa aku meradang ketika mengalunkan melodi memori?
Tidakkah terpikir olehmu juga bagaimana kerasnya aku berusaha tetap berjalan kedepan meski tertatih?

Ya. untuk mencapai titik ini aku benar-benar menyiksa diri. kau tahu.
Bagaimanapun sikap yang ku perlihatkan. Percayalah kamu melihatnya karena aku ikut andil untuk kamu melihatnya. Dengan kata lain, aku memang membiarkan kamu melihatnya seperti itu, atau lebih tepatnya, seolah-olah seperti itu.
Aku bukan lah komputer yang dapat men'delete' sesuatu secara permanen. Hanya saja, aku bertingkah seperti aku mahir melakukannya. Bahkan ketika kamu datang di kepalaku, aku berusaha sangat keras mengabaikannya. Berusaha sangat keras untuk tidak jatuh lebih dalam. Berusaha menahan semuanya dan mengalirkannya dengan senyuman. Damn it.

Tapi malam ini berbeda. Entah karena efek pre-menstrual atau bagaimana. I can't stand it anymore. I used to distract the emotion, but tonight thats method is totally failed. i guess i have to do something else. Then, I choose crying writing, hoping that can help me somehow. (But my roomate keep bothering me, i can't even enjoy my music and i even already wore the headset. Can she just understand my signal? i'm start being mad :(   )

Jadi, banyak hal di dunia ini yang, kamu tahu lah. Secara sederhana kita sebut saja tidak berada dalam jalan yang sama. Seperti kita. Kita yang bahkan sama sekali tidak memiliki kesempatan mengenal satu sama lain lebih jauh padahal saat itu berada di kota yang sama waktu itu.  Kita, yang diizinkan waktu hanya bertemu dalam rindu dan mimpi yang semakin lama semakin mencaci sajak-sajak indah tentang sepasang burung merpati. Situasi yang tidak tepat saat itu bercerita bahwa kamu dan aku, menghancurkan satu-satunya kesempatan bahkan ketika kita dalam satu kota. Lalu tertawalah bukit yang menyaksikan haru kita bertatap setelah penantian yang berhiaskan air mata setiap kali aku rindu. Mungkin kita hanya dipermainkan waktu untuk hanya mengenal sampai disini. Mengenal dan lebih akrab satu sama lain dalam dunia buta ini.

Dan aku mulai mengutuki diri sendiri. Aku mengutuknya karena berlagak tegar dan tidak peduli. Aku mengutukinya karena menyakitimu. Menyakitimu dalam sekali. Aku juga tidak tahu nanti seberapa parah bekas luka yang aku timbulkan di hati dan ingatanmu, dan yang paling aku takutkan, di masa depanmu. Aku mengutuk diri ku karena tidak sanggup membangunmu kembali dari kepercayaan yang secara tidak langsung kamu hancurkan sendiri. Bagaimanapun, kamu harus bisa bangkit dengan kakimu sendiri, tuan. Harus.

Aku juga mengutuki diri sendiri karena aku bahkan tidak menyadari bahwa aku juga sedang bertindak bodoh sekaligus kejam pada diri ku sendiri. Mempermainkan hati dengan membuatnya terlena pada lukisan-lukisan memori tawa kita yang masih sangat baru itu. Lalu berakhir menikam nya dengan belati kenyataan. Kamu, bagaikan mimpi, dan cahaya kesadaran membangunkan ku dari mimpi panjang yang akhirnya membunuh harapan.  Harapan yang sudah sirna. Hanya saja, terkadang, kau tahu. aku merasa rindu padamu, pada tawa yang sedetik itu, hanya rindu. itu saja. tidak lebih dan tidak kurang.
Karena sekarang inilah kita. Saling melihat tapi kita tuli.. dan membisu. Lalu berpunggungan..


Ada kesalahan di dalam gadget ini

Popular Posts