Rabu, 28 Oktober 2015


Friday, 04 September 2015 
Itu keputusan kan? Ambil keputusan itu jangan buru-buru. Keputusan itu butuh komitmen.
Baru sadar sering banget bikin keputusan buru-buru. Sok sigap padahal keputusan kan ngga semuanya harus selalu diambil dengan cepat. Yaa meski untuk kasus tertentu ada keputusan yang memang harus cepat diambil (gawat darurat, misalnya). Tapi sekali lagi, tidak semuanya, bahkan most of decision idealnya dibuat tidak seburu-buru itu. Menentukan keputusan itu membutuhkan pemikiran panjang, pertimbangan yang diulang ulang, dan peninjauan dari berbagai sisi yang ada. Dan yang paling utama adalah si pemikir harus memikirkan dampak dari keputusan yang akan diambil. Apakah banyak baiknya, atau lebih banyak buruknya dari keputusan itu sendiri.
Karena keputusan itu butuh komitmen,, membuat keputusan berdasarkan emosi sesaat adalah sesuatu yang sangat labil dan tidak dewasa. Keputusan berdasarkan emosi sesaat ini kemungkinan besar (dan hampir pasti) menimbulkan penyesalan di kemudian hari, atau paling tidak, akan membuat the decision maker sadar bahwa sebenarnya ada pilihan keputusan lain yang lebih baik jika saja mau bersabar dan lebih tenang.
Ya. Tenang dulu.
Tapi Aku pun menyadari mungkin mudah saja untuk mengatakan dan berbicara (atau mengetik :P) panjang lebar tentang semua ini. Padahal memilih untuk bersabar atau langsung mengambil keputusan itu sendiri juga merupakan suatu keputusan kan? Dan itu tidak mudah. It’s a little tricky, right? Jadi sebelum mengambil keputusan utama pun butuh pengambilan keputusan awal juga. Mengerti kan maksudku?
Tapi disinilah bagian hebatnya, bagaimana kita berkomitmen dengan keputusan yang telah kita ambil. Entah itu keputusan yang diambil saat emosi atau bukan. Ada tanggung jawab atau konsekuensi tersendiri bagi sang pembuat keputusan teguh pada kata-katanya- sehingga tidak menjadi plinplan. Entah ini akan menjadi teguh atau termasuk keras kepala, aku juga tidak tahu. Tapi setidaknya gunakan kata hatimu. Jadilah manusia jujur, yang mengaku salah jika merasa salah. Artinya jika memang rasanya keputusan yang sudah diambil salah, jangan lantas keras kepala dan menguatkan gengsi untuk mengubahnya. TAPI, tugas utama adalah jangan membuat keputusan yang salah. Sehingga tidak perlu menyesali dan mengubahnya. Oleh karenanya, dalam membuat keputusan usahakan dengan pikiran yang tenang dan matang. ;)
Jangan keseringan buru-buru ambil keputusan ya, khawatir susah komitmennya, terus sakit hati saat kejadiannya terulang. Ntar nyesel loh xD
 Mengendalikan diri untuk tidak membuat keputusan ketika emosi adalah hal yang tidak mudah. Benarkan? Tapi, sekali lagi, akankah suatu keputusan yang terburu-buru membuahkan hasil yang maksimal? Jangan sampai keputusan yang diambil nantinya menjadi boomerang sendiri bagi si pembuat keputusan. Artinya, jangan sampai keputusan itu nantinya malah merugikan atau membawa dampak buruk yang lebih buruk pada diri sendiri dan orang lain.
Pikirkan dampak jangka pendek dan jangka panjang., dampak pada diri sendiri dan orang lain. Tarik nafas dalam, jadilah pribadi yang lebih tenang. Good night and have a tight sleep~ :D
*hari ini aku lagi kesambet apa?* wkwkwk
stay calm guys
Nb: celotehan untuk diri sendiri, maaf gaje :D
Reaksi:

Tagged: , ,

1 komentar:

mana saya akan tau jika anda sering ke blog saya, tetapi anda tidak meniggalkan komentar..?

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Popular Posts