Manusiawinya Cinta ^_^

Jatuh cinta itu manusiawi, kan?

Masak pempek Ala kadarnya!.

Pempek Dos, ga pake ikan. Tapi Tetep gurih!

Hujan Datang Tidak Sendiri

Kini ia datang membawa semuanya kembali

Kebiasaan baruku bersama mama!

film PK ini recomended banget teman teman

Senin, 06 November 2017

I totally love this song, I think it's about being in a relationship, but
your partner doesn't want to call you a girlfriend or doesn't want to make it
official. or you love him but you only can watch him from afar. If you've been waiting for love, for a long time, this must be
very hard.
 
 
Chord easy Distance Christina Perri ft Jason Mraz 
 
Capo 2

Intro: C (fingerpicked)

Verse (Fingerpicked)
C
Sun is filling up the room
C
And I can hear you dreaming
C                     Em                          
Do you feel the way I do?
G
Right now?

C
I wish we would just give up
C
'Cause the best part is falling
C
Call it anything but love
Em    G
And I will 

Chorus (strummed)
Am
make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Can we keep this up, up, up?

Verse (fingerpicked)
C
Please don't stand so close to me
C
I'm having trouble breathing
C                          Em
I'm afraid of what you'll see
G
Right now

C
I'll give you everything I am
C
All my broken heartbeats
C
Until I know you'll understand
Em    G    
And I will 

Chorus (fingerpicked)
Am
make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Can we keep this up, up, up?

Bridge (strummed)
Am
And I keep waiting
E
For you to take me
Am
You keep waiting
E
To save what we have


So I'll 

Am
make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Can we keep this up, up, up?

Am
Make sure
G
To keep my distance
Am
Say I love you
G
When you're not listening
Am
And how long
G
Till we call this love, love, love?

Outro (Fingerpicked) C 
Boleh aku menulis tentang mu, kali ini?
Ah, Entah berapa persen pula kemungkinan akan kamu baca tulisan ini
Tidak ada alasan buat mu, akan tiba-tiba tersesat sampai ke sini, kan?
Syukurlah, kalau begitu, biarkan kata-kata ini mengalir bebas melalui tarian jemari ku yang mulai jemu akan kata-kata kaku didalam tugas laporan tadi.
Tidak ada alasan pasti juga kenapa aku mau menulis ini, hanya saja mungkin, mungkin hati yang mulai mendingin dan sepi malam ini memaksaku menumpahkan aliran perasaan yang tak tahu lagi harus bercangkir kemana.

Aku kembali membaca rentetan kalimat yang kamu kirim padaku terakhir kali. Sebelum kamu tidak lagi aktif pada media sosial manapun, apalagi membaca kalimat balasanku. Entahlah, mungkin aku malah di-block. aku tak tahu. well, itu hakmu, thats all i can say.

Yang jelas, aku berhasil membuatmu berpikir bahwa aku sekuat itu. setegar itu. I made it. Aku membuatmu percaya bahwa aku tetap bahagia saja sekarang dan kamu bahkan tidak ada lagi dalam peduli ku, kan?

Tapi...

Pernahkah terlintas sedikit saja betapa aku meradang ketika mengalunkan melodi memori?
Tidakkah terpikir olehmu juga bagaimana kerasnya aku berusaha tetap berjalan kedepan meski tertatih?

Ya. untuk mencapai titik ini aku benar-benar menyiksa diri. kau tahu.
Bagaimanapun sikap yang ku perlihatkan. Percayalah kamu melihatnya karena aku ikut andil untuk kamu melihatnya. Dengan kata lain, aku memang membiarkan kamu melihatnya seperti itu, atau lebih tepatnya, seolah-olah seperti itu.
Aku bukan lah komputer yang dapat men'delete' sesuatu secara permanen. Hanya saja, aku bertingkah seperti aku mahir melakukannya. Bahkan ketika kamu datang di kepalaku, aku berusaha sangat keras mengabaikannya. Berusaha sangat keras untuk tidak jatuh lebih dalam. Berusaha menahan semuanya dan mengalirkannya dengan senyuman. Damn it.

Tapi malam ini berbeda. Entah karena efek pre-menstrual atau bagaimana. I can't stand it anymore. I used to distract the emotion, but tonight thats method is totally failed. i guess i have to do something else. Then, I choose crying writing, hoping that can help me somehow. (But my roomate keep bothering me, i can't even enjoy my music and i even already wore the headset. Can she just understand my signal? i'm start being mad :(   )

Jadi, banyak hal di dunia ini yang, kamu tahu lah. Secara sederhana kita sebut saja tidak berada dalam jalan yang sama. Seperti kita. Kita yang bahkan sama sekali tidak memiliki kesempatan mengenal satu sama lain lebih jauh padahal saat itu berada di kota yang sama waktu itu.  Kita, yang diizinkan waktu hanya bertemu dalam rindu dan mimpi yang semakin lama semakin mencaci sajak-sajak indah tentang sepasang burung merpati. Situasi yang tidak tepat saat itu bercerita bahwa kamu dan aku, menghancurkan satu-satunya kesempatan bahkan ketika kita dalam satu kota. Lalu tertawalah bukit yang menyaksikan haru kita bertatap setelah penantian yang berhiaskan air mata setiap kali aku rindu. Mungkin kita hanya dipermainkan waktu untuk hanya mengenal sampai disini. Mengenal dan lebih akrab satu sama lain dalam dunia buta ini.

Dan aku mulai mengutuki diri sendiri. Aku mengutuknya karena berlagak tegar dan tidak peduli. Aku mengutukinya karena menyakitimu. Menyakitimu dalam sekali. Aku juga tidak tahu nanti seberapa parah bekas luka yang aku timbulkan di hati dan ingatanmu, dan yang paling aku takutkan, di masa depanmu. Aku mengutuk diri ku karena tidak sanggup membangunmu kembali dari kepercayaan yang secara tidak langsung kamu hancurkan sendiri. Bagaimanapun, kamu harus bisa bangkit dengan kakimu sendiri, tuan. Harus.

Aku juga mengutuki diri sendiri karena aku bahkan tidak menyadari bahwa aku juga sedang bertindak bodoh sekaligus kejam pada diri ku sendiri. Mempermainkan hati dengan membuatnya terlena pada lukisan-lukisan memori tawa kita yang masih sangat baru itu. Lalu berakhir menikam nya dengan belati kenyataan. Kamu, bagaikan mimpi, dan cahaya kesadaran membangunkan ku dari mimpi panjang yang akhirnya membunuh harapan.  Harapan yang sudah sirna. Hanya saja, terkadang, kau tahu. aku merasa rindu padamu, pada tawa yang sedetik itu, hanya rindu. itu saja. tidak lebih dan tidak kurang.
Karena sekarang inilah kita. Saling melihat tapi kita tuli.. dan membisu. Lalu berpunggungan..


Minggu, 02 Oktober 2016

Berhentilah mengeluh
Mengeluh perih, ketika kamu bahkan tak tahu mana yang terluka
Atau bahkan terluka karena apa
Karena siapa…

Mengeluh tersakiti, bahkan kamu tak tahu apa yang menyakiti
Entah memang ada yang menyakiti
Atau kamu yang menyakiti dirimu sendiri

Kadangkala aku pun tersesat dalam jalan pikiranku sendiri. Berapa lama kemudian menyusuri jalan yang sama dan berujung kebuntuan yang sama pula. Lalu jatuh lagi, merasa sepi
, lalu merasakan bengal di mata. Begitu terus berulang-ulang. Abstrak.

Tapi bahkan ketika semuanya terjadi. Aku masih saja berkutat dengan ketidakjelasan dan ketidakyakinan ini. menyeretku pada sebongkah kerinduan teramat dalam yang membunuhku.

Sabtu, 17 September 2016

.           Aku melebur, bersama partikel rindu yang tiap detiknya menggumpal semakin besar
Merindu
Merindu dinginnya air sukasari
Merindu sorakan dan lambaian anak-anak yang begitu bersemangat ketika kita lewat
Aku merindu
Rindu senyum miris kita karena berhamburan ke lapangan belakang, dikerjai langit
Langit atas rumah pak kadus yang mendung, gerimis, lalu cerah lagi
Merindu ketukan jendela di pagi hari
Merindu omelan sayang ibu di setiap jam makan
Merindu lelucon spontan yang tercipta, candaan tidak jelas, dan tawa lepas yang sulit terhenti
Rindu menitip belanjaan dan seblak yang selalu melar ketika dimakan
Rindu memasak dan dimasakkan dikala lapar
Rindu makan ayam bakar bersama beralaskan daun pisang
Rindu mie instan dalam panci dan seduhan kopi kita di tengah malam
Dan tentu saja. Merindu pada makhluk-makhluk kelompok yang luar biasa unik
 Rindu bahu diana yang sender-able
Pelukan tina yang menghangatkan
Ceplosan quenna yang selalu membuat ramai
Rindu “i love you” dari berbagai bahasanya fika
Rindu bully-an dari hasil stalkingannya kiki
Rindu tarian Mr. Bean nya nuril
Rindu nyanyian ngasalnya david
Rindu gombalan gagalnya nico
Dan Rindu senyum malu di muka bunder dan polosnya viqi yang berubah merah kala nama seseorang disebut
Aku..
Rindu kebersamaan kita disana
Rindu..
Aku rindu kita, teman
Tidak apa apa kan?

Tengah malam ini mood ku sedang ingin mampir sekedar menggelitik sarang laba-laba yang sudah berada si sudut-sudut blog ini. Halo semua, kalian apa kabar? semoga baik semua yaa.
hmmm cerita apa ya? okay cerita tentang pengalaman kkn ku saja kali ya, tapi di postingan selanjutnya. Kalau cerita cinta sih, aku sendiri bosan bahas itu. Ngga ada ujungnya. Suka sama suka, tapi jauh ga ketolongan, disukain sama yang deket, akunya yang ga sreg. ugh sometimes i feel tired, but i still waiting for the happy ending. mungkin temen-temen mau doain aku? hihihi okay just forget it. jadi curcol kan.. kan -,-"

Selasa, 12 April 2016

Di suatu Jumat pada bulan september 2015 
Aku tidak bisa berjanji. Siapalah yang bisa mengubah segumpal hati? Bahkan kau sendiri pun tidak memiliki kuasa untuk melakukannya. Bukankah begitu? Setidaknya aku mengucapkan insyaallah. Urusan perasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu waktu untuk mengendalikannya. Waktu yang tidak seorangpun manusia di muka bumi ini tahu kapan perubahan dalam hatinya akan terjadi.

Rabu, 28 Oktober 2015

Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat dini hari gaes, lagi mau share foto-foto nih.
tapi sebelum nya cerita dikit ya.
Alhamdulillah hari sabtu kemarin, tanggal 24 oktober 2015,  dikasih kesempatan tampil di Banyumas tv. Acara utama sebenarnya talkshow, saya mah cuma tampil akustik sebagai pembukaan. Selain itu, ada juga tari saman dan penyanyi solo yang tampil sebelum jeda iklan dan penutupan.

Tapi anggota clay sebenarnya adalah saya dan marta, hanya saja marta sedang berhalangan karena sakit gigi. Jadi kita minta Lani (adik tingkatku), untuk menemani kali ini. Thanks ya Laniii 

Alhamdulillah, ngga berhenti ngucap syukur, meski ini cuma kebetulan, tetepp aja seneng. Allahu akbar ^_^
Thanks FIKes atas kesempatannya.

Seru disana, bareng temen foto-foto. Maklumlah ya, saya sebenarnya adalah orang yang narsis sekali meski ngga fotogenik-fotogenik amat. hihi
oh iya, yg mau liat rekamannya, search aja di youtube dengan kata kunci 'marchelina dan lani ayat-ayat cinta'. Tapi jangan kecewa karena not perfect at all yaa, grogi banget dan gitanya juga ga familiar :)

Nah, mau share foto yaa :)
Detik-detik on air

With friends
Alhamdulillah
Saman dance

Backstage
Checking sound

Seperti talkshow kan? sayang cuma foto

Pinkers. Gw (kiri, akustik clay), Elisa (tengah, solo), Lani (kanan, akustik clay)

Ceritanya lagi ngegosip loh

 Dosen FIKes yang ada dalam acara Talkshow (tengah ibu dekan, kanan PD1 (batik), dan dosen keperawatan pemilik beberapa hak paten (paling kanan), kiri batik & celana orange adalah host)

Maaf daku bukan model yang profesional :')

Have a nice dream everyone!
Good night~
 Wassalamualaikum Wr.Wb
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Popular Posts