Sabtu, 21 Maret 2015

Assalamualaikum Wr.Wb.
Aku memposting ini bukan berarti aku mendukung plagiarisme ya. Melainkan berbagi pengetahuan saja mengenai gangguan asam basa :). Selamat membaca semoga membantu. komen aja kalo ada pertanyaan :D InsyaAllah aku jawab

Marchelina Susanto
G1D013057


Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Satuan derajat keasaman adalah pH, yang dipengaruhi oleh jumlah ion H+. Derajat keasaman penting dipertahankan untuk mencegah rusaknya enzim- enzim serta hormon dalam tubuh. Oleh karena itu pengaturan H+ ini sangatlah penting. Dalam keadaan normal, pH di tubuh relatif dipertahankan dalam keadaan netral yaitu 7.4, oleh 3 mekanisme, yaitu sistem buffer, ginjal dan pernapasan. Mekanisme yang akan menjadi fokus pada esai ini adalah mekanisme pernapasan.

1.      Asidosis
Asidosis merupakan keadaan pH darah arteri dibawah 7,4 atau asam. Terdapat dua jenis asidosis, yaitu asidosis respiratorik dan asidosis metabolik.
a.       Asidosis respiratorik
Asidosis respiratorik terjadi karena tubuh mengalami hipoventilasi (Price and Wilson, 2005). Hal ini berarti asidosis terjadi jika frekuensi pernapasan turun atau pola pernapasan terganggu. Misalnya pada penggunaan obat narkotik yang berlebih, hambatan pada pusat pernapasan di medulla oblongata, atau gangguan pada saluran napas seperti penyakit obstruktif paru kronik ataupun gangguan lainnya seperti pneumonia. Artinya, asidosis respiratorik ini disebabkan oleh gangguan pernapasan. Jalan napas yang terganggu atau frekuensi yang menurun menyebabkan menumpuknya CO2 dalam darah. Meningkatnya jumlah CO2 inilah yang menyebabkan asam. Kenapa? Karena secara tidak langsung CO2 merupakan penghasil H+ (asam). Dapat kita lihat pada persamaan berikut:

 CO2 + H2O      H2CO3       H+ + HCO3-

Oleh karenanya, sistem pernapasan yang seharusnya dapat membantu mengkompensasi jika terjadi perubahan pH, malah menjadi penyebab perubahan pH pada asidosis respiratorik ini. Sehingga, sistem pernapasan tidak dapat mengkompensasi asidosis yang terjadi, kompensasi asidosis respiratorik ini akan lebih banyak diperankan oleh ginjal dan sistem buffer.

b.      Asidosis Metabolik
Asidosis metabolik merupakan keadaan asam yang disebabkan oleh kelainan atau gangguan metabolisme. Misalnya kehilangan HCO3- melalui diare atau melalui ekskresi ginjal. Contoh lain adalah penambahan asam melalui asidosis laktat dan ketogenesis. Hal ini menyebabkan jumlah H+ melebihi jumlah HCO3-  baik melalui penurunan kadar HCO3- atau pun produksi H+ berlebih sehingga pH menjadi asam.
Artinya, asidosis metabolik bukan disebabkan oleh gangguan respirasi, sehingga kompensasi melalui sistem respirasi merupakan kompensasi paling primer yang terjadi dalam tubuh. Ketika H+ meningkat, konsentrasi CO2 juga akan meningkat mengingat reaksi:

CO2 + H2O      H2CO3      H+ + HCO3-
Sistem respirasi akan mendeteksi peningkatan kadar CO2 dan mengatur ventilasi menjadi lebih dalam dan cepat (hiperventilasi) supaya lebih banyak CO2 yang dikeluarkan. Kompensasi lain terjadi melalui ginjal, yang dengan menambahkan bikarbonat baru ke dalam cairan ekstrasel, membantu memperkecil penurunan awal konsentrasi HCO3- ekstrasel, serta meningkatakan ekskresi ion H+ untuk mengurangi kadar ion H+ di CES.


2.      Alkalosis
Alkalosis adalah keadaan dimana pH darah arteri diatas 7.4 atau basa. Alkalosis ini terbagi menjadi dua jenis yaitu Alkalosis respiratorik dan alkalosis metablolik.
a.       Alkalosis respiratorik
Alkalosis respiratorik merupakan kebalikan asidosis respiratorik. Penyebabnya karena tubuh mengalami hiperventilasi atau ekskresi CO2 yang berlebihan pada udara ekspirasi. Penyebab tersering adalah hiperventilasi fungsional karena kecemasan atau stress, atau dipicu keadaan demam (Sheerwood, 2012). Dikarenakan organ tubuh kekurangan O2 maka secara fisiologis tubuh akan berusaha mengembalikannya ke keadaan homeostasis dengan cara meningkatkan ventilasi untuk memenuhi kebutuhan O2, namun hal ini menyebabkan pengeluaran CO2 menjadi berlebihan dan menyebabkan pH naik..
Mekanisme kompensasi utama pada penurunan CO2 ini dalah sistem buffer. Seperti yang telah dijelaskan, ketika sistem respirasi menjadi penyebab terjadinya gangguan asam-basa, sistem respirasi tidak berperan dalam kompensasinya.
b.      Alkalosis metabolik
Alkalosis metabolik merupakan kebalikan dari asidosis metabolik. Penyebabnya adalah selain dari kelainan pernapasan. Misalnya muntah atau penyedotan nasogastrik yang berkepanjangan. Pengeluaran berlebih HCL dari tubuh inilah yang menyebabkan pH darah menjadi naik.
Peningkatan pH dengan ditandai menurunnya CO2, di tangkap oleh kemoreseptor dalam badan karotis, yang membangkitkan refleks untuk menekan ventilasi. Kompensasi buffer merupakan kompensasi primer pada gangguan ini.


Daftar Pustaka
Price and Wilson. (2005). Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Sherwood, L. (2012). Fisiologi Manusia. Jakarta: EGC




 Wassalamualaikum Wr.Wb
Reaksi:

Tagged:

0 komentar:

Poskan Komentar

mana saya akan tau jika anda sering ke blog saya, tetapi anda tidak meniggalkan komentar..?

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Popular Posts